Wags Sepakbola Paling Hot dan Tersexy

Football WagsBandar Online Terpercaya
Handicap Asianbookie Bola Terupdate Malam Ini | New Zealand vs Portugal, 2 : 0 | Russia vs Mexico, 1/4 : 0 | Czech Republic U21 vs Denmark U21, 0 : 3/4 | Italy U21 vs Germany U21, 1/4 : 0 | Chile vs Australia, 0 : 1 1/2 | Germany vs Cameroon, 0 : 1 1/4 | Defensa y Justicia vs Gimnasia La Plata, 0 : 3/4 | San Martin San Juan vs Rosario Central, 1/4 : 0 | Boca Juniors vs Union Santa Fe, 0 : 1 1/4 | Atletico Rafaela vs Sarmiento, 0 : 1/2 | Banfield vs Racing Club, 0 : 1/4 | Colon vs River Plate, 1/4 : 0 | Santos vs Sport Recife, 0 : 1 | Vasco da Gama vs e Goianiense, 0 : 1 | Atletico Paranaense vs Vitoria, 0 : 3/4 | Cruzeiro vs Coritiba, 0 : 3/4 | Gremio vs Corinthians, 0 : 1/2 | Ponte Preta vs Palmeiras, 0 : 0 | Sao Paulo vs Fluminense, 0 : 3/4 | Bahia BA vs Flamengo, 0 : 0 | Chapecoense vs Atletico Mineiro, 0 : 1/2 Cara daftar Sbobet Rupiah Bandar Poker, Domino, Blackjack Online Terpercaya Judi Online Terpercaya dan Agen Taruhan Bola Resmi Bandar Taruhan Judi Bola Terbesar di Indonesia

WAGs Eks Defender Timnas Inggris Kritik FA

Nama Bobby Moore begitu sakral dalam sejarah Tim nasional Inggris. Itu tak lain karena dia merupakan sosok yang mampu mempersembahkan satu-satunya prestasi buat Tim nasional Inggris. Prestasi tersebut merupakan gelar Piala Dunia 1966.

WAGs Eks Defender Timnas Inggris Kritik FA

Pada sat itu Moore memang menyandang status sebagai kapten Tim nasional Inggris. Banyak yang menilainya sebagai salah satu defender terbaik sepanjang masa. Bahkan legenda sepak bola Brasil, Pele, juga menyebutnya sebagai defender terhebat yang pernah dia hadapi.

Sejak  tahun 1962 sampai pensiun pada 1973, pemain yang sempat jadi kapten West Ham United selama 10 tahun itu mengumpulkan 108 caps bersama The Three Lions. Di Piala Dunia 1966, dia membantu Tim nasional Inggris cuma kebobolan tiga gol dari tujuh pertandingan.

Namun ayang menurut eks istrinya, Tina Moore, suaminya tidak mendapatkan perlakuan yang bagus dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Itu sebab dia sama sekali tidak pernah memperoleh tawaran untuk menangani Tim nasional Inggris

Dia amat tertekan. Dia amat bangga dan merasa dibuang, membingungkan. Amat keterlaluan bagaimana FA memperlakukan dirinya. Amat bagus ada patung-patungnya sewaktu ini, namun itu seharusnya terjadi selama masa hidupnya, kata Tina seperti dikutip The Sun.

Ini menyedihkan bagi saya jika hal ini sudah terjadi, sementara itu saya tidak mengetahui misteri apa yang terjadi ketika itu. Bagi saya, seharusnya federasi mampu berbuat lebih banyak untuknya, dia menambahkan.

Setelah pensiun, pria yang meninggal dunia di usia 51 tahun pada 1993 tersebut mempunyai karier kepelatihan yang tidak begitu cemerlang. Dia cuma sempat menangani tim seperti Oxford City, Eastern AA, dan Southend United.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *